Love Story
Segalanya bermula setelah Hari Raya Idulfitri.
Tanpa rencana, tanpa skenario. Allah mempertemukan kami lewat sebuah percakapan sederhana. Dua insan dari sekolah yang berbeda—
aku alumni MAN 1 Pati, dan ia alumni MAN 2 Pati—
namun dipersatukan oleh satu kisah yang sama tentang seorang kepala sekolah. Dari obrolan ringan itu, tumbuh rasa nyaman yang perlahan menguat.
Aku melangkah dengan niat yang baik, meski ia sempat menahan jarak dan menolak ajakan bertemu. Namun dengan kesungguhan dan doa, Allah mengizinkan kami untuk saling mengenal lebih dekat.
Pertemuan pertama menjadi awal keyakinan.
Dan pada pertemuan kedua, aku mengajaknya ke rumah untuk dikenalkan kepada kedua orang tuaku.
Bukan karena terburu-buru, melainkan karena kami sama-sama menjaga niat. Tanpa menjalani hubungan yang berlarut-larut, kami memilih jalan yang Allah ridai. Dalam waktu dua bulan, dengan restu keluarga, kami mengikatkan diri dalam sebuah pertunangan.
Kini kami melangkah menuju hari yang kami niatkan sebagai ibadah. Bukan hanya menyatukan dua hati, tetapi dua keluarga, dua doa, dan dua harapan.
Dengan penuh keyakinan, kami memohon agar Allah melancarkan setiap langkah, menjaga cinta ini dalam keikhlasan, dan menjadikan pernikahan kami sebagai awal perjalanan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
